Komik Cerita di Balik SahamSP — cerita lengkapnya tersedia sebagai teks di halaman ini.

Cerita di Balik SahamSP

Dari satu kalimat di ruang kuliah, satu transaksi pertama, sampai menjadi platform analisa yang bisa dipakai bersama.

01 · Orang Akuntansi yang Hobi Ngoding

Pengembang SahamSP adalah seorang karyawan di perusahaan korporasi internasional dengan latar belakang Ekonomi dan Akuntansi. Sehari-hari bergelut dengan ERP, controlling, akuntansi keuangan, standar PSAK & IFRS, hingga audit. Di luar pekerjaan, ada satu hobi yang tidak pernah lepas: teknologi informasi — termasuk pemrograman.

02 · Satu Kalimat dari Ruang Kuliah (28 Agustus 2025)

Semua berawal di kelas mata kuliah "Penerapan Manajemen Strategi dalam Perusahaan Masa Kini". Saat membahas dunia saham, dosen saya, Dr. Dr. Robiyanto, S.E., M.M., CSA, CRP, CACP, CSRS, memberi sebuah tantangan sekaligus petunjuk: "Lihatlah dinamikanya — belilah saham yang dekat dengan kekuasaan." Saat itu saya belum pernah membeli saham sama sekali. Pernah belajar teorinya, tapi belum pernah benar-benar trading.

03 · WIFI: Saham Teknologi & Telekomunikasi

WIFI adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi, dengan fokus pada infrastruktur jaringan, layanan internet, serta ekosistem digital. Ada keterkaitan dengan Hashim Djojohadikusumo — adik Presiden Prabowo — melalui kepemilikan tidak langsung: PT Arsari Sentra Data (ASD) memiliki 45% PT Investasi Sukses Bersama (ISB), pemegang saham pengendali tidak langsung WIFI. Keesokan harinya saya langsung riset, lalu membeli saham pertama saya: WIFI di harga 2.690. Saham itu saya simpan cukup lama, dan saya jual saat mendekati puncaknya di 4.000 — keuntungan hampir 50%. Dari transaksi pertama itulah ketertarikan pada pasar saham benar-benar tumbuh.

04 · Ketika Pasar Berbalik Arah (Des 2025 – Semester I 2026)

Masalah mulai muncul ketika IHSG tertekan sejak Desember 2025 hingga semester pertama 2026. Sentimen rebalancing indeks global (MSCI, FTSE Russell) dan isu klasifikasi status pasar Indonesia membuat banyak saham turun — dan portofolio saya ikut nyangkut. Pelajarannya jelas: keberuntungan di transaksi pertama bukan strategi. Saya butuh cara analisa yang sistematis dan terukur.

05 · Formula Analisa Pribadi

Dari situ saya membangun aplikasi kecil di komputer desktop sendiri — kumpulan formula analisa teknikal, fundamental, dan pergerakan bandar untuk membantu mengambil keputusan beli dan jual dengan lebih disiplin.

06 · Dari Iseng Menjadi SahamSP

Seiring waktu, cerita ini menyebar ke teman kuliah dan rekan kerja. Banyak yang ingin ikut mendapatkan informasi dan hasil analisanya. Akhirnya, yang awalnya cuma iseng, aplikasi desktop itu saya ubah menjadi website agar bisa dipakai bersama.

Kenapa "SP"?

Awalnya SP adalah nama akun iseng di media sosial — diambil dari menu makan favorit, Sego Pecel. Belakangan singkatannya kami maknai ulang menjadi SahamSP, dengan satu harapan sederhana: kita semua bisa cuan bersama.

SahamSP adalah alat bantu analisa & edukasi, bukan rekomendasi investasi. Selalu DYOR.